Dari Bangku Pendidikan ke Dunia Kerja: Mengurai Kompleksitas Pengangguran Generasi Z Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.65873/szygyn43Keywords:
Generasi Z, Pengangguran terbuka, Mismatch pendidikan, Skill gap, Pasar kerja IndonesiaAbstract
Penelitian ini mengkaji fenomena pengangguran Generasi Z di Indonesia dengan fokus pada ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa meskipun Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional menurun menjadi 4,91% pada Agustus 2024, kelompok usia 15-24 tahun yang didominasi Gen Z mencatat TPT tertinggi yaitu 17,32%. Paradoks yang terjadi adalah lulusan SMK yang dirancang khusus untuk dunia kerja justru memiliki TPT tertinggi sebesar 9,01%, sementara 70% pengangguran Indonesia adalah Gen Z. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan kuantitatif berbasis data sekunder dari BPS, Kementerian Ketenagakerjaan, dan berbagai sumber terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena mismatch pendidikan, di mana hanya 39,38% tenaga kerja memiliki keterampilan sesuai posisi mereka, menjadi faktor kunci kesulitan Gen Z memasuki dunia kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan reformasi menyeluruh dalam ekosistem pendidikan-ketenagakerjaan, termasuk revitalisasi kurikulum berbasis kompetensi industri, penguatan program link and match, serta pengembangan keterampilan soft skill dan digital yang menjadi tuntutan era modern.
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 VISIONER : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





