Restoran Sebagai Arena Konflik Kelas: Kritik Sosial Gaya Hidup Urban Perkotaan dalam Film Itu Bisa Diatur (1984)
DOI:
https://doi.org/10.65873/d6fdsr83Keywords:
Warkop DKI, Itu bisa diatur, Sosiologi film, Gaya hidup urban, Restoran, Snobisme kulinerAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk membedah representasi kritik sosial terhadap gaya hidup dan budaya konsumen masyarakat urban Jakarta era 1980-an melalui ruang restoran dalam film komedi Itu Bisa Diatur (1984) karya Warkop DKI. Selama ini, kajian terhadap film Warkop DKI cenderung berfokus pada analisis teknis humor atau kritik politik makro. Mengisi kekosongan akademis tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif analitis dengan metode analisis isi kritis (critical content analysis) serta kacamata sosiologi film dan sosiologi kuliner. Data primer bersumber dari unit audio-visual film Itu Bisa Diatur, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi literatur sejarah perfilman dan sosiologi perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang restoran dipentaskan bukan sekadar sebagai latar komedi, melainkan arena simbolis benturan kelas dan ekspresi kegagapan masyarakat perkotaan. Selain itu, jargon "itu bisa diatur" menjadi cermin retak dari etika kerja masyarakat urban yang kerap mengandalkan jalan pintas di tengah tuntutan modernitas. Penelitian ini mempertegas bahwa film komedi populer era Orde Baru bertindak sebagai katup pengaman sosial (social safety valve) yang membongkar kepalsuan identitas masyarakat urban pada masanya.
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 VISIONER : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





