Benturan Ritme Tidur dan Kejujuran Emosi Aktor dalam Proses Pemeranan Teater

Authors

DOI:

https://doi.org/10.65873/d8sdhy76

Keywords:

Tubuh, Tidur, Kejujuran emosi, Sosiobiologi, Sejarah seni pertunjukan

Abstract

Tidur merupakan kebutuhan biologis yang berfungsi memulihkan kondisi tubuh, namun dalam masyarakat modern juga berkembang sebagai fenomena sosial yang dibentuk oleh tuntutan produktivitas, disiplin, dan standarisasi ritme hidup. Kondisi ini menimbulkan benturan antara ritme biologis dan ritme sosial, terutama pada seniman teater yang memiliki pola aktivitas berbeda dengan pekerja kantoran. Jurnal ini bertujuan menganalisis pengaruh benturan ritme tersebut terhadap kejujuran emosi aktor dalam proses pemeranan serta mengkaji tidur sebagai konstruksi sosial. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus eksploratif terhadap empat informan, yaitu tiga aktor teater dan satu pekerja kantoran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritme tidur dipengaruhi oleh kebutuhan biologis, tuntutan profesi, dan norma sosial mengenai produktivitas. Kurang tidur dan kelelahan mempengaruhi respons emosi, fungsi kognitif, dan kualitas performatif tubuh secara berbeda pada setiap individu. Pada sebagian aktor, kelelahan memunculkan emosi yang lebih spontan dan jujur, sedangkan pada aktor lain justru menurunkan fokus, daya ingat, dan intensitas karakter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tubuh lelah dalam seni pertunjukan merupakan paradoks yang sekaligus menjadi tantangan biologis dan potensi artistik dalam membangun kejujuran emosi. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa standar tidur modern merupakan konstruksi sosial yang tidak sepenuhnya ditentukan oleh kebutuhan biologis, melainkan juga oleh sejarah, tuntutan profesi, dan budaya produktivitas.

References

Published

2026-08-24